Oknum LSM dan Wartawan di Laporkan Ketua LKBH PGRI ke Polisi

Posted by




Magetan – Hampir satu bulan ini salah satu Guru merasa tidak nyaman yang diduga menggunakan ijasah palsu walhasil tak sedikit guru SD di Kabupaten Magetan resah oleh ulah oknum tidak bertanggung jawab, dengan berkedok LSM dan Wartawan yang mencari kebenaran.
Mereka memeras guru yang berstatus PNS seperti yang dialami pria paruh baya ini, satu bulan kebelakang.  Suparni, korban pemerasan merupakan salah satu guru SD Plangkrongan 2 Kecamatan Poncol. Dia harus merogoh uang sangat dalam dari sakunya duabelas setengah juta melayang.
“Sesuai informasi yang didapatkan dari korban, Suparni (43th) di datangi 8 orang oknum yang mengaku dari LSM dan wartawan ternama di Magetan, mereka datang awalnya cuma 2 orang, keesokan harinya 2 lagi orang berbeda, tidak berhenti di situ beberapa hari berikutnya datang 4 orang lagi kepada Majalah Merista Online,”ungkap Suparni via phone, Kamis (27/2/2014).
Menurut Sundarto, S.Pd.SH.M.Hum, ketua LKBH (Lembaga Konsultasi dan Bantuan Hukum) PGRI merangkap Kepala Bidang Advokasi Perlindungan Hukum, guna mengambil tindakan perlindungan dari pihak korban kepada Majalah Merista Online, Kamis (27/2/2014).
“Sebelumnya kami sudah mengundang LSM dan Wartawan itu pada hari Jum’at (21/2/2014) yang lalu kami tunggu di gedung PGRI untuk membicarakan atas persaolan tersebut, ternyata Oknum LSM dan Wartawan tidak kunjung datang dikantor PGRI,”ucap Sudarto.
Seharian kami menunggu oknum LSM dan Wartawan tidak datang dan tidak ada itikad baik dari mereka, makanya kami laporkan ke Polres Magetan ucapnya dengan tegas.
Kedelapan oknum LSM dan Wartawan tersebut yang mendatangi Suparni di SD Plangkrongan 2 dengan tuduhan pemalsuan ijasah. Disinyalir nama yang ada di ijasah atas kepemilikan Suparni mulai dari ijasah Madrasah, SMP, SMA hingga Sarjana itu palsu. Dengan tuduhan itulah, oknum LSM memeras uang Suparni dengan jumlah tak sedikit.
“Sudarto mengatakan, dari oknum itu antara lain 1. LSM PAKEM inisial C dengan satu orang teman, 2. LSM Aliansi Indonesia inisial A dengan satu orang teman, 3. Wartawan Koran Mingguan Jurnal inisial E dan satu orang teman dan 4. Media Online Infopol dengan inisial S dan temannya.
Semua barang bukti berupa ijasah, KK, hingga akte kelahiran telah dikumpulkan oleh Sundarto, dan dia menyampaikan bahwa semua sudah asli, tidak seperti yang disampaikan oleh oknum LSM dan wartawan tersebut.
!Suparni bin Kartosaimun ini lulusan kampus UII Kota Madiun , dan setelah saya kroscek di lokasi tempat dia sekolah, semua benar dan asli, mengarah ke pasal pemalsuan atau ijasah rekayasa itu tidak ada, jadi kami tetao melaporkan ke Polres dengan tuduhan tindak pemerasan, dan perbuatan tidak menyenangkan “ tegas Sundarto.
Ketua PGRI, Toyieb menyampaikan akan berjuang terus membela guru tersebut, karena kesejahteraan dan perlindungan atas nama guru tanggung jawab ada di PGRI dan LKBH PGRI kepada Majalah Merista Online, Kamis (27/2/2014).
“Kami akan berjuang terus demi guru, jangan sampai ada lagi korban setelah ini “ujar Bang Toyieb dengan lantang.
Lanjunya oknum LSM dan Wartawan itu tidak terlihat datang ke Gedung PGRI saat diajak musyawarah, hingga akhirnya Ketua LKBH Sundarto bersama pengurus PGRI Kabupaten Magetan lainya mendatangi Polres Magetan guna pelaporan tindak pemerasan oleh LSM dan Wartawan.
Kedatang mereka disambut langsung oleh Kasat Reskrim, AKP Wasno SH, M.Hum. Dan selanjutnya akan dimulai penyelidikan atas kasus pemerasan ini, jika terbukti bersalah dan tidak ada itikad damai dari kedua belah pihak maka akan dilanjutkan ke meja hijau, kami belum bisa melanjutkan pelaporan ini lantaran kekurangan data mengenai alamat oknum LSM serta alam oknum wartawan, ini kami berupaya mencari alamat ke Bakesbangpolinmas untuk LSM dan ke Humas Pemda Magetan untuk Wartawan,”pungkas Sundarto. (lak)


Blog, Updated at: 06.55